Dasar-dasar Metodologi Penelitian


Dasar-dasar Metodologi Penelitian
Oleh Zarmayana Nur Khairunni, 1306464732

Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan proposal penelitian seperti kriteria judul proposal penelitian, kata kunci, latar belakang, pertanyaan penelitian, penulidan literatur, plagiarisme, tinjauan pustaka, kerangka teori dan kerangka konsep, variabel penelitian, definisi operasional, siklus empiris penelitian, dan etik penelitian. Kriteria judul yang baik untuk proposal atau usulan penelitian yang FINER harus memenuhi beberapa syarat. Pertama, judul tersebut haruslah menggambarkan keseluruhan isi dari penelitian. Kemudian, judul penelitian harus ditulis dalam kalimat atau frase yang sederhana dan tidak terlalu panjang (Sastroamoro & Ismael, 2011). Judul pada penelitian kuantitatif yang baik menggambarkan secara jelas variable-variabel yang akan diteliti. Jumlah kata dalam setiap judul minimal 5 kata dan tidak lebih dari 20 kata. Judul penelitian memuat kata kunci yang menggambarkan masalah penelitian (Susanthi, 2010). Sebuah judul penelitian juga tidak diperbolehkan menggunakan singkatan kecuali singkatan yang baku seperti DNA dan RNA.

Selain itu, judul penelitian juga ditulis dalam kalimat positif yang netral dan acceptable. Pada beberapa proposal penelitian tertentu perlu juga untuk ditambahkan nama tempat dan waktu penelitian. Hal tersebut dilakukan jika hasil penelitian dipengaruhi oleh aspek daerah yang diteliti dan waktu penelitian. Hal lain yang perlu diperhatikan yaitu judul yang baik tidak menggunakan kata-kata yang memiliki makna ganda, kabur, terlalu puitis, ataupun berlebihan (Hidayat, 2008). Judul penelitian juga dibuat cukup spesifik namun secara teknis hanya spesialis yang akan mengerti atau disesuaikan dengan audiens yang dituju (MRCOphth, 2005).

Selain memperhatikan judul, peneliti juga harus memperhatikan kata kunci dalam proposal atau usulan penelitiannya. Kata kunci dalam sebuah proposal penelitian merupakan subuah kunci terhadap informasi inti. Saat ini, jurnal, mesin pencari, dan indeks serta abstrak menggunakan kata kunci untuk mengklasifikasikan suatu penelitian atau penulisan ilmiah lainnya. Kata kunci yang baik dan efektif untuk penelitian yang FINER memiliki berbagai kriteria. Dalam pembuatan kata kunci, sebaiknya peneliti tidak menggunakan kata atau frasa yang sudah terdapat pada judul. Selain itu, gunakan fenomena-fenomena tertentu atau masalah yang diteliti sebagai kata kunci (Joshi, 2014).

Terdapat beberapa cara untuk menemukan kata kunci yang sesuai bagi proposal yang FINER (Rodrigues, 2013): (1) Membuat daftar kata yang sering diulang pada proposal penelitian; (2) Menyortir daftar kata yang sudah mencakup semua pokok inti penelitian; (3) Sertakan frase tambahan yang penting dalam penelitian; (4) Sertakan singkatan umum yang menjadi pokok permasalahan kita; dan (5) Uji coba kata kunci di mesin pencari untuk mengetahui tingkat kesesuaian dengan topik penelitian. Dalam penulisan di proposal, kata kunci diurutkan sesuai abjad, tiap kata kunci diakhiri tanda baca titik koma (;), kecuali yang terakhir (ditutup dengan tanda baca titik) (Utorodewo, F.N. et. all., 2007).

Setelah penentuan judul dan kata kunci, hal yang penting lainnya ialah pembuatan latar belakang. Latar belakang merupakan bagian di bab pendahuluan yang paling penting di setiap usulan penelitian. Dalam penilitian usuluan penelitian, banyak yang membrikan bobot tinggi pada bagian latar belakang. Hal tersebut dikarenakan latar belakang masalah merupakan inti dari usulan. Latar belakang yang baik untuk suatu usulan penelitian memiliki beberapa kriteria (Sastroamoro & Ismael, 2011). Latar belakang suatu usulan penelitian tentu harus berkaitan denga topik yang diteliti. Selain itu pada bagian latar belakang dapat dipaparkan fenomena masalah dan implikasi masalah terhadap berbagai aspek.

Pada bagian latar belakang juga terdapat penjelasan atau alasan mengapa penelitian perlu dilakukan (Hidayat, 2008). Selain itu, pada latar belakang terdapat paparan mengenai apa yang sudah maupun belum diketahui (knowledge gap), serta apa yang diharap dari penelitian yang direncakan untuk menutup knowledge gap tersebut (Sastroamoro & Ismael, 2011). Hal lain yang membuat latar belakang menjadi baik ialah terdiri dari 3 sampai 4 paragraf yang merangkum hal menarik, literatur relevan, dan diakhiri dengan kalimat yang menjelaskan tentang goal penelitian. (MRCOphth, 2005). Sedangkan menurut literatur lain, sebuah latar belakang sebuah proposal penelitian dianggap baik apabila telah menjawab pertanyaan berikut (White, 2006): (1) Why is this research important?; (2) What other studies have there been in this area?; (3) How will this research add to knowledge in this area?; (4) What do you want to find out?; (5) What is the main question you wish to answer?; dan (6) What are the specific questions you will ask to address the main question?

Setelah latar belakang, diperlukan identifikasi masalah dan pertanyaan penelitian suatu porposal yang baik juga. Identifikasi masalah pada umumnya merupakan ringkasan uraian dalam latar belakang yang dibuat secara padat, tajam, dan spesifik. Identifikasi masalah yang baik disusun dalam kalimat tanya karena akan membuat masalah penelitian terfokus, spesifik, dan tajam. Selain itu, substansi yang dimaksud harus bersifat khas dan tidak bermakna ganda serta jelas (Sastroamoro & Ismael, 2011). Bentuk kalimat dalam pertanyaan penelitian sebaiknya berbentuk tunggal. Hal yang perlu di ingat mengenai pertanyan penelitian ialah tujuan dari penelitian untuk menemukan jawaban atas pertanyaan penelitian (Baltimore County Public Schools, 2010). Oleh karena itu, peneliti harus memastikan bahwa pertanyaan penelitiannya mencerminkan tujuan penelitian.

Setelah topik dipilih, tentu sangat penting untuk mencari atau menelusuri literatur yang sesuai dengan topik kita. Literatur inilah yang akan menjadi pondasi atau pendukung dalam penelitian kita. Pada jaman yang sudah modern ini, penelusuran literatur dapat dilakukan via internet. Database literatur ilmiah seperti Proquest, EMBASE, Medicus/MEDLINE, dan sebagainya dapat menjadi sumber literatur di bidang biomedik, pelayanan kesehatan, dan topik terkait lainnya (Jethwani & Kanodra, 2005). Penelusuran literatur tidak hanya beorientasi pada buku saja, namun jurnal-jurnal dan pustaka lainnya juga. Dalam penelusuran literatur, disarankan lebih banyak membaca jurnal dikarenakan informasi yang terkadung sudah diperbaharui. Namun, penelusuran literatur yang baik ialah yang sekurang-kurangnya lima tahun ke belakang (University of North Carolina College of Arts and Science, 2012). Hal ini dikarenakan untuk menggunakan data yang lebih akurat dan lebih baru. Pada dasarnya, semua penelusuran literatur tersebut harus bersifat ilmiah, kekinian, akurat, serta relevan dengan apa yang akan diteliti.

Dalam penulisan literatur tersebut, para peneliti harus berhati-hati pada plagiarism. Menurut Peraturan Menteri Pendidikan RI Nomor 17 Tahun 2010 dikatakan: “Plagiat adalah perbuatan sengaja atau tidak sengaja dalam memperoleh atau mencoba memperoleh kredit atau nilai untuk suatu karya ilmiah, dengan mengutip sebagian atau seluruh karya dan atau karya ilmiah pihak lain yang diakui sebagai karya ilmiahnya, tanpa menyatakan sumber secara tepat dan memadai”. Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008) disebutkan: “Plagiat adalah pengambilan karangan (pendapat dan sebagainya) orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan (pendapat) sendiri”. Sedangkan menurut sumber lain, plagiarisme adalah tindakan mengambil tulisan, percakapan, lagu, atau bahkan ide orang lain dan menjadikannya milik sendiri (University Libraries, The University of Southern Mississippi, 2013). Hal ini termasuk informasi dari halaman web, buku, lagu, acara televisi, pesan email, wawancara, artikel, karya seni atau media lainnya. Sejatinya, seorang peneliti harus menghindari plagiarisme dalam penelitiannya.

Terdapat berbagai cara untuk menghindari plagiarisme baik secara sengaja ataupun tidak disengaja. Salah satu cara untuk menghindari plagiarisme ialah niat yang tulus. Sesorang yang memiliki ketulusan dalam penelitiannya akan memiliki rasa menghargai suatu penelitian baik penelitiannya maupun orang lain (Herqutanto, 2013). Selain itu, mengikuti pelatihan penulisan ilmiah sedini mungkin juga dapat menghindari plagiarisme (Herqutanto, 2013). Hal ini dikarenakan peneliti telah dibekali ilmu untuk membuat sitasi, hal mengenai plagiarisme, sanksinya, dan lainnya. Peneliti dapat menggunakan karya atau kata orang lain secara legal dengan melakukan pengutipan dan/atau melakukan paraphrase Terdapat beberapa cara lain agar terhindar dari plagiarisme: (1) Tentukan buku yang hendak di baca; (2) Sediakan beberapa kertas kecil (seukuran saku) dan satukan dengan penjepit; (3) Tulis judul buku, pengarang, penerbit, tahun terbit, tempat terbit, jumlah halaman pada kertas kecil paling depan; (4) Sembari membaca buku, salin ide utama yang di dapatkan pada kertas-kertas kecil tersebut; (5) Setelah selesai membaca buku, peneliti fokus pada catatan yang telah dibuat; (5) Ketika menulis artikel, Jika ingin mengutip dari buku yang telah di baca, fokuslah pada kertas catatan; dan (6) Kembangkan kalimat peneliti sendiri dari catatan yang peneliti buat (Istiana & Purwoko, n.d.). Selain itu, dari catatan tersebut, para peneliti juga jadi mengetahui dan tidak melewati buku apa saja yang telah dibaca dan dari mana sumbernya.

Komponen lain dalam proposal penelitian ialah tujuan dan manfaat penelitian. Tujuan penulisan perlu dirumuskan dengan gamblang agar jelas apa yang akan dicapai dengan penelitian. Tujuan dapat diungkapkan dengan kata operasional seperti menanggulangi, mengurangi, menemukan, meningkatkan, mengoptimalkan, mengevaluasi, dan mengendalikan (Staf Pengajar Tata Tulis Karya Ilmiah Institut Teknologi Bandung, 2012). Tujuan terbagi dua yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Didalam tujuan umum dinyatakan tujuan akhir penelitian. Tujuan umum biasanya mengacu pada aspek yang lebih luas atau tujuan jangka panjang penelitian, tidak terbatas pada hal-hal yang langsung diteliti atau diukur. Sedangkan tujuan khusus disebutkan secara jelas dan tajam hal-hal yang akan langsung diukur, dinilai, atau diperoleh dari penelitian (Sastroamoro & Ismael, 2011). Selain tujuan umum dan khusus, pada proposal penelitian juga terdapat manfaat penelitian atau hal yang diharapkan dari penelitian yang akan dilakukan. Manfaat penelitian ini dapat ditinjau dari berbagai bidang seperti bidang akademik atau ilmiah, bidang pelayanan masyrakat, dan bidang penelitian itu sendiri. Manfaat dan tujuan penelitian ditulis dalam bentuk kalimat positif dan merupakan kebalikan dari kalimat tanya yang dinyatakan pada identifikasi masalah (Hidayat, 2008).

Selanjutnya ialah komponen bab II atau bab tinjauan pustaka yang berisikan tentang kerangka teori dan kerangka konsep. Dalam bab tinjauan pustaka terdapat uraian mendalam pelbagai aspek teoritis yang mendasari penelitian (Sastroamoro & Ismael, 2011). Hal yang telah ditulis dalam latar belakang masalah dibahas lagi di bab ini secara lebih rinci, tajam, dan dihubungkan antar satu variable dengan variabel lainnya. Setiap tinjauan pustaka yang digunakan harus terkait dengan topik yang dijadikan penelitian. Oleh karena itu, tinjauan pustaka dari setiap terbitan/buku/publikasi yang dianggap relevan dan dibahas secara kritis, dengan komponen: (1) Siapa yang pernah meneliti topik atau masalah itu; (2) Di mana penelitian itu dilakukan; (3) Apa unit dan bidang studinya; (4) Bagaimana pendekatan dan analisisnya; (5) Bagaimana kesimpulannya; dan (6) Apa kritikan terhadap studi itu (Sekolah Pascasarjana Universitas Kristen Indonesia Atma Jaya, 2008).

Setelah menyusun kerangka teori, dibuat kerangka konsep yang disusun berdasarkan landasan teori dan dihubungkan dengan fenomena-fenomena yang menjadi fokus penelitian (Haryati, 2009). Kerangka konsep dibentuk untuk menjelaskan variabel-variabel yang dapat diukur dalam penelitian. Variabel merupakan objek penelitian yang diukur, dikontrol, atau dimanipulasi dalam suatu penelitian (StatSoft, Inc., 2013). Variabel-variabel tersebut ialah variabel bebas, variabel terikat, variabel antara, dan variabel pengganggu atau variabel rancu. Variabel bebas ialah variabel yang tidak dipengaruhi oleh apapun. Variabel terikat ialah variabel yang dipengaruhi variabel bebas. Variabel antara ialah variabel yang menjadi variabel terikat namun juga mempengaruhi variabel yang lain. Sedangkan variabel rancu ialah variabel yang berhubungan dengan variabel bebas namun tidak memiliki kaitan dengan variabel terikat atau sebaliknya. Untuk mengetahuii jenis variabel dan bagaimana mengukurnya, dapat digunakan definisi operasional

Definisi operasional merupakan istilah yang digunakan atas dasar dalam pengumpulan data sehingga tidak terjadi bias terhadap data yang diambil. Sebuah definisi operasional yang baik memiliki ciri-ciri sebagai berikut: (1) Apabila lebih dari satu orang melihat/membaca ide/maksud yangdituliskan/dibicarakan kemudian mendapatkan pengertian/pemahaman yangsama dengan menggunakan kerangka definisi operasional yang sama (objectivity); dan (2) Tidak menggunakan suatu arti maksud yang berbeda/berlawanan dari arti yangtelah diterima secara umum (validity). Hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun definisi operasional ialah tingkat perbedaan interpretasi penulis proposal penelitian dengan pembaca, informasi lain yang dapat memperjelas dan mengurangi bias pemahaman, kemunculan pertanyaan yang timbul dari definisi operasional sehingga membutuhkan penjelasan tambahan, dan kelengkapan definisi operasional sehingga menyebabkan efek balik yang membingungkan (Hidayatno, n.d.).

Selain memperhatikan hal-hal diatas, peneliti dapat menggunakan siklus empiris untuk mempermudah penelitiannya. Siklus empiris menangkap proses yang dimulai dengan hipotesis tentang bagaimana penelitian bekerja dan menguji hipotesis terhadap data empiris secara sistematis dan ketat. Terdapat lima fase untuk menjaga gambaran penelitian, terutama ketika memasuki hal-hal yang lebih spesifik seperti desain penelitian dan sampling (University of Amsterdam, 2014). Pertama, fase observasi yaitu tentang mengamati hubungan dalam satu atau lebih kejadian yang spesifik. Pada fase ini dialkukan pengamatan yang lebih jelas untuk menemukan hipotesis. Kedua, fase induksi dimana pada fase ini pengamatan tertentu diubah menjadi hal secara umum atau pembentukan hipotesis. Pada fase ini, hal-hal spesifik diubah menjadi hal-hal yang umum. Ketiga, fase deduksi yaitu hipotesis diubah oleh penalaran deduktif dan spesifikasi penelitian menjadi prediksi tentang pengamatan empiris yang baru. Pada fase ini, dari hipotesis yang sudah terbetuk terjadi deduksi dari ekspektasi atau prediksi yang eksplisit tentang penemuan yang baru. Keempat, fase percobaan dimana pada fase ini data empiris yang baru terkumpul dan prediksi telah terkonfirmasi atau ditolak. Fase yang terakhir ialah fase evaluasi. Pada tahap evaluasi, hasil diinterpretasikan dalam hipotesis yang sementara didukung, disesuaikan, atau ditolak. Hal terakhir yang perlu diperhatikan dalam pembuatan proposal penelitian ialah etik dari penelitian itu sendiri. Pada dasarnya, semua riset yang melibatkan manusia sebagai subyek, harus berdasarkan empat prinsip dasar Etika Penelitian (Sujatno, 2008), yaitu: (1) Menghormati orang (respect for person), (2) Manfaat (benefi’cence), (3) Tidak membahayakan subyek penelitian (non- maleficence), dan (4) Keadilan (justice).

 Referensi

Baltimore County Public Schools. (2010). Planning My Introduction – Planning My Research Questions or Hypothesis. Retrieved Febuari 18, 2015, from Develop a Research Proposal: https://www.bcps.org/offices/lis/researchcourse/develop_write_introduction_hypothesis.html

Haryati. (2009). Tesis Pengaruh latihan progressive muscle relaxation terhadap status fungsional dalam konteks asuhan keperawatan pasien kanker dengan kemoterapi di RS DR. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Retrieved Febuari 18, 2015, from Perpustakaan Universitas Indonesia Online Public Access Catalog: http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/124921-TESIS0578%20Har%20N09p-Pengaruh%20latihan-Metodologi.pdf

Herqutanto. (2013). Plagiarisme. Plagiarisme, Runtuhnya Tembok Kejujuran Akademik , 1 (1).

Hidayat, M. (2008). Bab IV: Usulan Penelitian. In Metodologi Penelitian Biomedis (Edisi 2 ed., pp. 61-68). Bandung: Danamartha Sejahtera Utama.

Hidayatno, A. (n.d.). Retrieved from http://staff.ui.ac.id/system/files/users/akhmad.hidayatno/material/seri3-definisidaridefinisioperasional.pdf.

Istiana, P., & Purwoko. (n.d.). Panduan Anti Plagiarism. Retrieved Febuari 18, 2015, from Perpustakaan Universitas Gadjah Mada: http://old.lib.ugm.ac.id/exec.php?app=site&act=pandanplagi

Jethwani, K., & Kanodra, N. (2005). A beginner’s guide to reserach – Part 1. J Postgrad Med , 51 (3), 238-239.

Joshi, Y. (2014, Febuari 17). Editage insights resorces for authors and journals. Retrieved Febuari 18, 2015, from Why do journals ask for keywords?: http://www.editage.com/insights/why-do-journals-ask-for-keywords

MRCOphth. (2005). Retrieved Febuari 17, 2015, from Writing a Scientific Reserach Article: http://www.mrcophth.com/publishorperish/overview.html

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Plagiat di Perguruan Tinggi. (2010).

Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia. (2008, Febuari 4). Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam Jaringan. Retrieved Febuari 18, 2015, from http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/kbbi/

Rodrigues, V. (2013, November 04). Editage insights resources for authors and journals. Retrieved Februari 18, 2015, from How to write an effective title and abstract and choose appropriate keywords: http://www.editage.com/insights/how-to-write-an-effective-title-and-abstract-and-choose-appropriate-keywords

Sastroamoro, S., & Ismael, I. (2011). Dasar-dasar Metodologi Penelitian Klinis (Edisi ke-4 ed.). Jakarta: Sagung Seto.

Sekolah Pascasarjana Universitas Kristen Indonesia Atma Jaya. (2008). Pedoman umum penulisan tesis dan disertasi. Retrieved Febuari 18, 2015, from http://www.atmajaya.ac.id/filecontent/ekonomi-magister-PEDOMAN-PENULISAN-THESIS-dan-DISERTASI.pdf

Staf Pengajar Tata Tulis Karya Ilmiah Institut Teknologi Bandung. (2012). Metode penulisan ilteks. Bandung: Kelompok Keahlian Ilmu Kemanusiaan Institut Teknologi Bandung.

StatSoft, Inc. (2013). Electronic Statistics Textbook. Retrieved Febuari 18, 2015, from http://www.statsoft.com/textbook/.

Sujatno, M. (2008). Etika Penelitian. Retrieved Febuari 18, 2015, from http://repository.maranatha.edu/2522/3/Metlit%20BAB%20II.pdf.

Susanthi, N. (2010). Artikel Bulan November. Analisis Perancangan Penelitian , 1 (11), 4-19.

University Libraries, The University of Southern Mississippi. (2013). What is plagiarism? Retrieved Febuari 18, 2015, from Plagiarism Tutorial: http://www.lib.usm.edu/legacy/plag/whatisplag.php

University of Amsterdam. (2014). Scientific method: Empirical cycle. Retrieved Febuari 18, 2015, from Solid science: Research methods by annemarie zand scholten: http://www.globalpolis.org/wp-content/uploads/2014/09/201_empirical_cycle.pdf

University of North Carolina College of Arts and Science. (2012, September). The writing center. Retrieved Febuari 18, 2015, from Literature review: http://writingcenter.unc.edu/handouts/literature-reviews/

Utorodewo, F.N. et. all. (2007). Bahasa Indonesia : sebuah pengantar penulisan ilmiah. Depok: FIB UI.

White, T. (2006). Priciples of good research & research proposal guide. Retrieved Febuari 17, 2015, from London Borough of Richmond Upon Thames: http://www.richmond.gov.uk/research_proposal_guide.pdf

Download it here

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s