Struktur dan Fungsi Jaringan Dasar


Semua makhluk hidup tersusun dari sel. Sel merupakan pondasi dasar dari makhluk multiseluler. Saat sekelompok sel dengan karakteristik yang sama bergabung dan mendukung fungsi tertentu maka akan terbentuk suatu jaringan (Marieb, 2012). Terdapat 4 tipe dasar jaringan─epitel, penyokong, otot, dan syaraf─namun, setiap tipe jaringan terdiri dari berbagai jenis lagi. Sebuah organ terbuat dari beberapa jaringan yang berbeda.

 1. Jaringan Epitel

Jaringan Epitel merupakan perkembangan dari eksoderm dan endoderm. Sel-sel epitel tersusun rapat. Epitel terdapat pada setiap permukaan luar dan dalam tubuh untuk melapisi organ-organ tubuh. Jaringan epitel memiliki permukaan dalam dan luar yang berbeda. Permukaan luar bersentuhan langsung dengan udara, seperti kulit dan paru-paru, atau organ rongga yang berisi cairan, seperti lumen usus. Permukaan luarnya merupakan ujung apikal sel-sel epitel, yang memiliki silia atau bersifat elastis untuk meningkatkan luas permukaannya. Sedangkan permukaan dalam epitel merupakan ujung basal sel-sel epitel, yang berada pada ekstraseluler matriks yang disebut lamina basal. Secara umum, jaringan epitel berfungsi mengikat jaringan dengan bagian yang ada di bawahnya dan melaksanakan tugas absobsi dan proteksi.

a. Epitel Pipih Selapis

Fungsi : Pelapis bagian dalam rongga dan saluran tempat difusi dan fitrasi zat.melalui permukaan yang permeabel selektif.

Letak : Lapisan pembuluh limfa, pembuluh darah, endothelium jantung, kapsul glomerulus, alveolus, selaput bagian dalam telinga, lapisan kelenjar, dan selaput serosa─rongga pritonium, pleura, perikardial, dan skrotal.

b. Epitel Kubus Selapis

Fungsi : Proteksi, absorpsi, dan sekresi (penghasil lender atau mucus).

Letak : Lapisan kelenjar, permukaan ovari, permukaan dalam lensa mata, epitel berpigmen pada retina mata, dan tubula ginjal.

c. Epitel Silindris Selapis

Fungsi : Proteksi, sekresi, difusi, dan arbsorpsi zat.

Letak : Dinding dalam lambung, usus, kantong empedu, rahim, saluran pernapasan bagian atas, dan saluran pencernaan.

d. Epitel Silindris Bersilia

Fungsi : Proteksi, sekresi, dan gerakan gas, dan penghasil mucus untuk menangkap benda asing yang masuk. Getaran silianya menghalau benda asing tersebut.

Letak : Dinding dalam rongga hidung, trakea, bronkus, saluran reproduksi pria, dinding dalam oviduk, dan saluran ekskresi besar.

e. Epitel Pipih Berlapis Banyak

Fungsi : Proteksi dan penghasil mucus.

Letak : Kulit, epidermis, vagina, rongga mulut, esophagus, laring, saluran anus, ujung distal uretra.\

d. Epitel Kubus Berlapis Banyak

Fungsi : Proteksi dan Penghasil mucus

Letak : Kelenjar keringat, kelenjar minyak, ovarium, dan buah zakar.

e. Epitel Silindris Berlapis Banyak

Fungsi : Proteksi dan penghasil mucus, gerakan zat melewati permukaan dan saluran sekresi kelenjar ludah serta kelenjar susu.

Letak : Permukaan laring, dinding dalam kelopak mata─lapisan konjungtiva, hidung, langit-langit mulut yang lunak, uretra, saluran ekskresi, kelenjar ludah, dan kelenjar susu.

f. Epitel Transisional

Fungsi : Menahan regangan dan tekanan

Letak : Saluram kencing, melapisi kantung kencih atau kemih, ureter, uretra, dan pelvis ginjal.

g. Epitel Kelenjar

Fungsi : Sintesis, penyimpanan, dan sekresi produk

Letak : Kelenjar eksokrin dan endokrin

  1. Jaringan Ikat

Jaringan pengikat merupakan jaringan yang mempunyai serabut yang berfungsi untuk menyokong sel-sel pada jaringan tersebut, melekatkan suatu jaringan dengan jaringan lain, membungkus organ-organ, mengisi rongga di antara organorgan, dan menghasilkan imunitas. Berdasarkan struktur dan fungsinya, jaringan pengikat dikelompokkan sebagai berikut.

A. Jaringan Pengikat

  • Jaringan Pengikat Longgar

Fungsi : mengelilingi berbagai organ, menopang sel-sel saraf dan pembuluh darah, menyimpan glukosa, garam-garam mineral dan air, serta menyokong jaringan dan organ.

Letak : Disekitar dan diantara organ, pembungkus pembuluh darah, dan saraf.

Struktur : Tersusun dari serat-serat yang longgar, memiliki matriks besar dengan banyak sel-sel dan serabut yang melekat di dalamnya (fibroblast, sel plasma, makrofage, sel darah putih), serta berupa serabut kolagen dan elastic.

  • Jaringan Pengikat Serabut Padat (liat)

Fungsi : Sebagai penyokong dan proteksi, penghubung otot dengan tulang (tendon) dan dari tulang ke tulang (ligamen)

Letak : di Fasia, selaput urat, ligament, dan tendon

Struktur : Berupa jaringan serabut putih (kolagen yang putih), yang fleksibel tetapi tidak elastis.

B.Jaringan Ikat Khusus

  • Jaringan Tulang Keras (osteo)

Fungsi : Untuk membentuk kerangka tubuh yang menyokong dan melimdungi bagian jaringan yang lunak dan sebagai alat pengikat otot-otot tulang rangka

Struktur : Sel tulang disebut osteosit yang dibentuk oleh osteoblas. Antarosteosit dihubungkan oleh kanalikuli. Bagian pusat tulang dilingkari endapan garam mineral yang membentuk lamella. Pada batas lamella terdapat lacuna. Sela-sel tulang tersusun membentuk sistem Havers. Matriks interselulernya mengapur oleh endapan garam-garam mineral (CaCO3 dan CaPO4). Kalsifikasi tulang memberikan kekuatan besar seluruh rangka.

  • Jaringan Tulang Rawan (kartilago)
  • Tulang Rawan Hialin
  • Tulang Rawan Fibrosa (liat)
  • Tulang Rawan Elastis
Ciri-Ciri Kartilago Hilain Kartilago Fibrosa Kartilago Elastis
Fungsi Memberi kekuatan, menyokong rangka embrionik, menyokong bagian tertentu rangka dewasa, dan membantu pergerakan persendian. Menyokong dan melindungi bagian di dalamnya. Memberi fleksibilitas dan sebagai penyokong.
Letak Ujung tulang keras, cakram epifise, pembuluh bronki, persendian, dan laring Ruas-ruas tulang belakang, simfisis pubis, dan persendian tulang pinggang. Epiglotis, daun telinga, pembuluh eustachius, dan bronkiolus.
Warna matriks Putih kebiru-biruan, mengkilat, jernih,  dan transparan. Gelap dan keruh. Keruh kekuning-kekuningan.
Serabut Serabut kolagen yang halus. Serabut kolagen yang padat dan kasar Serabut elastis dan kolagen
  • Jaringan Darah

Darah merupakan cairan tubuh yang berfungsi sebagai alat transportasi dari sisa-sisa metabolism lain serta hormone. Darah juga merupakan penghasil imunitas dan homeostasis. Darah dibedakan menjadi 2 komponen, yaitu:

  • Sel-sel Darah
Jenis Sel Bentuk Fungsi
Eritrosit Bulat, bikonkaf, tidak berinti Transpor oksigen, selalu berada di dalam pembuluh darah
Leukosit

1.      Granulosit

2.      Limfosit (agranulosit)

3.      Monosit

(agranulosit)

Tidak berwarna, bentuk bervariasi, memiliki inti sel Mempertahankan tubuh dari infeksi dengan cara memakan kuman secara fagositosis, ameboid, dapat meninggalkan pembuluh darah dan masuk ke jaringan-jaringan
Trombosit Tidak berinit, kecil-kecil, rapuh Pembekuan darah
  • Plasma Darah

Plasma darah terdiri atas air yang di dalamnya terlarut berbagai macam zat, baik zat oganik maupun zat oganik, zat yang berguna maupun tidak berguna. Zat yang terlarut di dalam plasma darah yaitu : (a) Zat makanan dan mineral, (b) Zat yang diproduksi sel, (c) Protein darah, (d) Zat-zat sisa metabolism, dan (e) Gas-gas pernapasan. Plasma darah mengandung serum yang berfungsi sebagai tempat pembentukan antibodi.

  • Jaringan Limfa

Berfungsi sebagai alat pengangkut cairan dan protein pengemulsi lemak, dan penghasil antibody. Komponen seluler limfa terdiri dari limfosit dan granulosit.

C. Jaringan Penghubung Berserat (adiposum)

Tersusun dari sel-sel lemak. Sel-sel lemak terdapat di seluruh tubuh, yaitu di bawah lapisan kulit, sekitar ginjal, dalam bantalan atau sekitar persendian dan dalam sumsum tulang panjang. Fungsi jaringan ini adalah untuk tempat penyimpanan lemak, sebagai cadangan makan, melindungi organ-organ dalam tubuh dari suhu dingin dan bantalan.

  1. Jaringan Saraf

Jaringan saraf terdiri atas sel saraf (neuron) yang bercabang-cabang. Sel saraf mempunyai kemampuan untuk bereaksi, yaitu :

  1. Irritabilitas, kemampuan merespon terhadap perubahan lingkungan.
  2. Konduktivitas, kemampuan membawa impuls-impuls saraf atau pesan.

Antara neuron satu dengan neuron lain saling berhubungan, disebut sinapsis. Neuron terdiri atas :

  1. Dendrit, yaitu tonjolan sitoplasma yang relatif pendek yang terletak di badan sel dan berfungsi membawa sinyal rangsangan (impuls) menuju ke badan sel. Tonjolan ini memiliki hubungan sinapsis dengan reseptor atau dengan ujung akson dari sel saraf lain.
  2. Badan Sel, yaitu bagian sel saraf yang mengandung inti (nucleus) dengan nucleolus di tengahnya. Sitoplasmanya bergranula, berasal dari reticulum endoplasma yang disebut Badan Nissi. Badan sel saraf terletak di pusat saraf dan ganglion. Ganglion merupakan kumpulan badan sel saraf. Ganglion terletak di tempat-tempat tertentu, seperti di kiri dan kanan sumsum tulang belakang dan otak.
  3. Neurit (akson), terdiri dari serabut saraf atau neurofibril yang dibungkus oleh selaput mielin. Selaput ini terbentuk dari sel Scwann. Ujung neurit yang bertemu dengan efektor atau dendrit membentuk sebuah hubungan sinapsis.
  • Selubung myelin merupakan selubung yang langsung membungkus neurit. Berfungsi sebagai isolator dan juga berperan sebagai nutritif terhadap neurit. Selubung myelin tidak membungkus neurit secara kontinu tetapi membuat interval antara 80-600 mikron, membentuk nodus ranvier. Di daerah interval ini neurit tidak memiliki selubung myelin, tetapi langsung dibungkus oleh selubung Schwann.
  • Selubung neurilema (selubung Schwann) terdiri dari sel-sel Schwann yang menghasilkan myelin.

Berdasarkan fungsinya, sel saraf dibedakan menjadi tiga.

  1. Saraf Sensorik (Neuron Aferen) berfungsi untuk menghantarkan impuls dari reseptor (alat indera) menuju ke sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang).
  2. Saraf Motorik (Neuron Eferen) berfungsi untuk menghantarkan impuls dari sistem saraf pusat ke efektor (otot dan kelenjar).
  3. Saraf Konektor (Neuron Asosiasi) berperan sebagai penghantar impuls dari neuron sensori ke neuron motor. Neuron ini banyak dijumpai di dalam otak dan sumsum tulang belakang.

4. Jaringan Otot

Tersusun atas sel-sel khusus yang berespon terhadap sitmulus dengan cara berkontraksi. Fungsinya untuk melakukan pergerakan pada berbagai bagian tubuh. Jaringan otot dapat berkontraksi karena di dalamnya terdapat protein kontraktil yang panjang dan mengandung serabut halus yang disebut myofibril. Sel-sel otot dibungkus oleh selaput atau membrane yang disebut sarkolema. Sel-sel otot berisi suatu cairan yang berisi sarkoplasma. Macam jaringan otot adalah sebagai berikut.

  1. Otot Polos
  2. Otot Lurik
  3. Otot Jantung
Karakteristik Otot Polos Otot Lurik Otot Jantung
Tempat Dinding organ dalam (alat-alat pencernaan, pembuluh darah, dan organ-organ visceral) Melekat pada rangka Dinding jantung
Bentuk Serabut Memanjang, ujung lancip (fusiform), bagian tengah besar, seperti gelondong. Memiliki daerah gelap dan terang yang tersusun secara berselang-seling, memanjang, silindris, serabut panjang, ujung tumpul, dan tak bercabang Memangnjang, silindris, serabut pendek, bercabang, dan menyatu
Garis Melintang Tidak ada Ada Ada
Jumlah Nukelus Satu Banyak Satu
Letak Nukleus Tengah Tepi Tengah
Aktivitas dan kontraksi Tidak sadar, reaksi paling lambat, tidak mudah lelah Sadar, reaksi paling cepat dan kuat, tidak teratur, mudah lelah Tidak sadar, reaksi lambat, teratur, otomatis, tidak pernah lelah
Diskus interkalis Tidak ada Tidak ada Ada
Fungsi Menggerakkan benda yang terdapat dalam pembuluh atau saluran yang ditempatinya Menggerakkan rangka Membantu jantung berkontraksi untuk memompa darah melalui dan keluar dari jantung.

 

Daftar Pustaka

Elaine N. Marieb, Patricia Brady Wilhelm, Jon Mallatt. Human anatomy. 6th ed media update. Pearson Benjamin Cummings. 2012

Rittner, Don & Timothy L. Mc Cabe. Encyclopedia of biology. Facts On File. 2004

Sadava, D, William K, Craig H, & Gordon H. Life – The science of biology. 7Th ed. 2004

Untuk melihat versi lengkap yang ada gambarnya, silahkan unduh disini 

password file: jaringan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s