Integrasi Kekuatan dan Karakter Kemanusiaan dan Cinta dengan 5 Keutamaan Lainnya


Integrasi Kekuatan dan Karakter Kemanusiaan dan Cinta dengan 5 Keutamaan Lainnya

Zarmayana Nur Khairunni – Ilmu Keperawatan – 1306464732

Pendidikan karakter mrupakan salah satu kunci dari kemajuan dan pembangun kehidupan hingga saat ini. Dengan kekuatan dan keutamaan karakter, orang dapat menghasilkan perasaan-perasaan positif dalam situasi apa pun. Selain itu, setiap manusia juga dapat melihat sisi-sisi baik dari suatu perjalanan hidup sehingga mampu memberikan penilaian positif terhadap kehidupan pribadinya. Pada dasarnya, kekuatan karakter bersumber pada keberadaan manusia sebagai makhluk spritual. Manusia memiliki daya-daya spiritual yang memberikan kebebasan kepadanya untuk melampaui apa yang ada di dunia ini dan saat ini. Spritualitas manusia merupakan dasar dari kekuatan karakter. Kemampuan manusia untuk memperbaiki diri dan dunianya dari waktu ke waktu bersumber pada daya-daya spritualnya. Pada penciptaan kehidupan, Tuhan menciptakannya dengan rasa cinta. Oleh karena itu, dalam kehidupan setiap manusia pasti memiliki cinta baik cinta terhadap Tuhan, orang lain, mau pun hanya kepada dirinya sendiri.

Cinta merupakan salah satu bentuk terpenting dari ketertarikan antar pribadi. Pada dasarnya, cinta terdiri atas 4 elemen utama: pengertian, kepercayaan, kerja sama, dan pernyataan kasih sayang. Selain itu, cinta juga melahirkan rasa kemanusiaan, yakni rasa untuk menjalin hubungan antara diri sendiri dengan orang lain secara dekat, dan pada umumnya bercirikan kegiatan berbagi, saling melengkapi, dan peduli yang saling membalas. Kemanusiaan dan cinta merupakan pondasi paling dasar dalam keberadaan kehidupan ini. Kemanusiaan dan cinta merupakan keutamaan yang mencakup kemampuan interpersonal (hubungan antara diri sendiri dengan orang lain) dan cara menjalin pertemanan dengan orang lain.

Dalam usaha membentuk karakter, diperlukan pemahaman mengenai keutamaan dan kekuatan karakter yang sejauh ini sudah dikembangkan oleh manusia. Terdapat 6 kategori keutamaan dan kekuatan karakter yaitu transedensi, kebijaksanaan dan pengetahuan, kemanusiaan dan cinta, kesatriaan, keadilan, dan pengelolaan diri. Dari 6 karakter tersebut, yang menjadi dasar dari semua karakter adalah transedensi yakni merupakan keutamaan yang menghubungkan kehidupan manusia dengan seluruh alam semesta dan memberi makna kepada kehidupan. Selain itu transedensi identik dengan hubungan spiritual yang menghasilkan rasa cinta dan kemanusiaan. Cinta dan kemanusiaan merupakan hubungan sebab-akibat adanya kehidupan di dunia ini. Berkat cinta dan kemanusiaan, timbul berbagai interaksi sosial yang penuh dengan cinta kasih, kebaikan hati, dan kecerdasan sosial.

Kebaikan hati mencakup kedermawanan, pemeliharaan, perawatan, kasih sayang, dan altruistik (rasa ikhlas, tulus, dan mengerjakan sesuatu tanpa pamrih) menjadikan orang mau berbagi kesenangan dan kebaikan dengan orang lain. Orang dengan kekuatan ini menjadi berbuat baik sebagai bagian dari pengembangan dirinya. Dari kekuatan ini, juga timbul keutamaan yang lainnya yakni kebijaksanaan dan pengetahuan. Orang yang memiliki kebaikan hati, cenderung terbuka satu sama lain dan memiliki kemampuan memahami perspektif yang berbeda, memahaminya, dan memadukannya secara sinergis untuk pencapaian hidup yang baik. Selain itu, timbul pula keutamaan pengelolaan diri yang baik, yakni pemaaf, penuh pertimbangan, dan regulasi diri.

Kecerdasan sosial mencakup kecerdasan emosional yakni kecerdasan dalam mengendalikan diri sendiri dan aktivitas emosi dalam dirinya dan kecerdasan intrapersonal yang merupakan kecerdasan terhadap hubungan dengan dirinya sendiri. Orang yang memiliki kemampuan ini dapat memahami motif dan perasaan orang lain, serta memahami motif dan perasaan diri sendiri dan menimbulkan keutamaan lainnya yaitu keadilan. Keadilan merupakan keutamaan dalam bermasyarakat dengan kemampuan menempatkan suatu hal sesuai pada tempatnya. Pada umumnya, orang yang memiliki kecerdasan emosional dan keadilan akan membentuk karakter lainnya yakni karakter pemimpin. Selain itu, orang dengan kekuatan kecerdasan emosional dan kecerdasan intrapersonal dapat menempatkan diri sesuai dengan kebutuhan orang lain tanpa mengorbankan kebutuhan diri sendiri. Mereka mengembangkan dirinya sekaligus juga mengembangkan orang lain. Dari sinilah, timbul keutamaan karakter kesatriaa. Kesatriaan mencakup kebesaran menyatakan kebenaran dan mengakui kesalahan, teguh dan keras hati, integritas, dan bersemangat.

Jadi, jika dipahami dan ditelusuri dengan baik keenam unsur keutamaan tersebut saling terikat dan ketergantungan satu sama lain. Dengan demikian, untuk menjadi manusia yang berkarakter kuat maka kita harus mampu mengaplikasikan keenam keutamaan tersebut. Selain itu, setiap keutamaan dilandaskan dengan altruisme yakni melaksanakan tiap keutamaan dengan rasa ikhlas dan tulus dari hati.

Daftar Pustaka

Ahmadi, A. (1999). Psikologi sosial. Jakarta: Bineka Cipta.

Takwin, B. (2011). Filsafat, logika, etika, dan kekuatan dan keutamaan karakter. Jakarta: LPFEUI.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s