Faktor Pengaruh dan Peran Persepsi dalam Hubungan Antarpribadi


Faktor Pengaruh dan Peran Persepsi dalam Hubungan Antarpribadi

Zarmayana Nur Khairunni – 1306464732 – Ilmu Keperawatan

Abstrak

Persepsi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi hubungan antarpribadi, karena persepsi tidak dapat dilepaskan dari proses komunikasi itu sendiri. Persepsi juga mempengaruhi feedback atau tindakan dari lawan bicara. Berbagai faktor pengaruh persepsi juga mempengaruhi hubungan antarpribadi itu sendiri. Oleh karena itu, tulisan ini membahas dan mengkaji peran persepsi dalam hubungan antarpribadi. Penulis menggunskan studi literatur dalam tulisan ini. Pada akhir pembahasan, terlihat peran persepsi dalam hubungan antarpribadi berupa waktu (durasi) proses komunikasi dan pandangan serta cara berkomunikasi antarindividu. Sebaiknya, pembaca dapat menerapkan peran persepsi secara efektif agar komunikasi berjalan dengan baik.

Kata kunci : Komunikasi, masyarakat, persepsi, pribadi

Kehidupan sosial manusia tidak dapat dilepaskan dari proses komunikasi. Masyarakat pun saling memberikan persepsi satu sama lain. Persepsi manusia baik dapat berupa persepsi positif maupun negatif dapat mempengaruhi tindakan yang tampak. Seperti tindakan positif yang biasanya muncul apabila kita mempersepsikan seseorang secara positif dan sebaliknya. Peran persepsi sangat penting dibahas karena memiliki pengaruh pada hubungan antarpribadi. Oleh karena itu, tulisan ini akan membahas faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi dan peran persepsi dalam hubungan antarpribadi

Faktor-faktor pengaruh dan peran persepsi dalam hubungan antarpribadi dapat mempengaruhi input yang dihasilkan dari hubungan tersebut (proses komunikasi). Persepsi sendiri pun dipengaruhi oleh objek-objek atau peristiwa yang terjadi dan unsur sosio-budaya yaitu bersifat pribadi dan subjektif  (Toha, 2006). Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi terbentuknya persepsi. Faktor-faktor tersebut berupa hal-hal dalam diri sendiri (seperti sifat kepribadian), hal-hal pada orang lain (seperti bentuk fisik dan asal suku), dan situasi saat hubungan interpersonal dilakukan (Diniari, Nugraha, Singgih, dan Z, 2011). Ketiga faktor tersebut saling memberikan efek timbal-balik satu sama lain.

Pengaruh faktor dari dalam diri sendiri mencakup sifat kepribadian, pengalaman masa lalu, keadaan emosi sementara, dan peran yang sedang dipegang (Toha, 2006). Sifat kepribadian berpengaruh karena setiap pelaku komunikasi akan cenderung berasumsi bahwa lawan bicaranya akan berperilaku sama dengan dirinya. Sifat kepribadian ini juga terbentuk dari pengalaman masa lalu. Tiap pelaku komunikasi akan cenderung memindahkan pengalaman masa lalu ke dalam situasi baru yang dihadapinya. Sifat kepribadian dan pengalaman masa lalu juga membentuk keadaan emosi sementara seseorang. Saat pertama kali berjumpa, keadaan emosi sementara tersebut akan mempengaruhi persepsi orang terhadap dirinya. Selain dipengaruhi oleh hal-hal pada diri sendiri, hal-hal pada orang lain juga dapat mempengaruhi persepsi.

Hal utama yang mempengaruhi persepsi pelaku komunikasi terhadap lawan komunikasinya ialah bentuk fisik orang tersebut. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang rupanya baik akan dinilai memiliki kesan yang lebih menarik dibandingkan dengan orang yang rupanya jelek(Toha, 2006). Asal usul lawan bicara seperti suku pun juga akan berpengaruh. Hal ini dikarenakan kesan yang kurang positif tentang orang dari suku tertentu, akan menyebabkan seseorang kurang antusias membuat hubungan dengan orang dari suku tersebut. Faktor dari dalam diri sendiri dan orang lain juga dapat dipengaruhi oleh situasi saat hubungan interpersonal dilakukan. Faktor situasi dapat berupa konteks fisik dan konteks sosial dari lingkungan sekitar (Toha, 2006).

Konteks fisik dapat berupa tempat komunikasi berlangsung, intensitas penerangan, dan benda-benda di lingkungan sekitar. Sedangkan konteks sosial dapat berupa status sosial ekonomi dan jabatan. Ketiga faktor pengaruh persepsi tersebut harus dalam komposisi yang seimbang saat hubungan antarindividu berlangsung. Suatu hubungan interpersonal akan berlangsung lama apabila dalam interaksi antara kedua orang tersebut terjadi transaksi yang adil (equity). Prinsip equity (Walster (1976) dalam Toha, 2006) menjelaskan bahwa keadilan akan terjadi apabila masing-masing pihak yang terlibat dalam interaksi sosial sama-sama memberi dan menerima dalam proporsi yang seimbang.

Jadi, persepsi dalam hubungan antarpribadi dapat dipengaruhi oleh faktor diri sendiri, orang lain, maupun situasi. Berdasarkan faktor-faktor ini maka peran persepsi secara garis besar adalah memstimulasi pola pikir individu terhadap lawan bicaranya sehingga mempengaruhi cara komunikasi antarindividu tersebut. Peran persepsi juga mempengaruhi waktu (durasi) terjadinya proses komunikasi. Dibutuhkan proporsi seimbang dalam proses input (hal-hal yang diberikan dalam interaksi sosial) dan output (feedback) antara masing-masing pihak agar proses komunikasi berjalan lancar.

Daftar Pustaka

Singgih, EE., Z, MD., Diniari, R., & Pius Nugraha. (2011). Mata kuliah pengembangan kepribadian terintegrasi a buku ajar 2, manusia: individu, kelompok, masyarakat dan kebudayaan. Depok: LPFEUI

Toha, M. 2006. Hubungan antarpribadi. http://psdg.bgl.esdm.go.id/makalah/HUBUNGAN%20ANTAR-PRIBADI.pdf. (3 Oktober 2013)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s