Aku Rindu, tapi Aku Malu


Hampir semua sahabat saya memenuhi impian mereka, mengejar dan memenuhi tugas mereka sebaga khalifah.. Ada yang mencalonkan jadi ketua bem, jadi ketua hmd, kaput, dan masih banyak lainnya. Sementara itu, saya merasa belum melakukan apapun untuk mimpi saya atau mimpi kami. Sungguh merugi lah diri ini, karena sementara saya hanya terdiam namun waktu terus berpacu menuju akhir hayat ini. Sungguh ingin berkumpul lagi bersama mereka, namun malu rasanya saya masih di posisi start.

Tapi, apa iya saya belum bergerak sama sekali?
Sejujurnya, tujuan hidup saya selain orientasi ke akhirat ialah melihat orang lain tersenyum ketika saya ada di sisi mereka. Melihat orang disekitar saya bahagia adalah kebahagiaan saya. Walau terkadang saya sering tak dianggap ada ketika ‘mereka’ mulai senang, saya tetap tersenyum siap untuk menghibur mereka kembali, untuk menorehkan senyum diwajah mereka.
Jadi, apakah saya sudah memiliki kemajuan seperti sahabat-sahabat saya? Saya rasa sudah. Hanya saja jalan dan tujuan minor hidup kami berbeda. Cita-cita yang besar bagi saya tidak akan pernah pudar, karena pasti selalu saja ada seseorang disana yang harus dibuat senyum dan bahagia ketika menjalani hidup di dunia yang fana ini.

Hasil kerinduan akan sahabat-sahabat saya yang sudah terpencar seantero nusantara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s