Jangan Futur Yaa Ukhti


Mungkin ada di antara kita yang mengalami hal ini…

Ketika  masih mondok atau kuliah yang disana banyak majelis taklim dan teman2 yang sholihah.. kita bersemangat melakukan ketaatan dan beribadah…

Tapi ketika kita telah lulus dan harus kembali ke rumah berkumpul dengan keluarga kita… dan tinggal di lingkungan yang mayoritas orang2nya masih awam terhadap sunnah… jauh dari teman2 yang sholihah dan majelis taklim… sedikit demi sedikit kita menjadi futur…

Sedikit demi sedikit kita mulai terpengaruh dengan lingkungan di sekitar kita yang nyaris tak pernah bebas dari musik, TV dan pergaulan yg tak mengenal adab syariah…lalu kita menjadi malas beribadah…

Sedikit demi sedikit kita mulai meninggalkan amalan2 ma’ruf yang dulu sering kita lakukan.. seperti sholat sunnah, puasa sunnah,  membaca al-Qur’an, dll… hapalan Qur’an pun mulai hilang satu per satu…

Dan sedikit demi sedikit pula hal-hal yang dulunya kita anggap buruk, sekarang seolah-olah menjadi hal yang biasa… seperti nonton sinetron, gambar2 makhluk bernyawa… jilbab pun tanpa terasa semakin mengecil ngga karuan… na’udzubillahi min dzalik..

Berikut ini ana bawakan nasehat syaikh Sholeh al-Fauzan dan sebuah tulisan yang bagus yang semoga dengan membacanya di bawah ini bisa memberi semangat bagi kita untuk kembali…

Semoga bermanfaat…!

***

Oleh: Syaikh Sholeh bin Fauzan al-Fauzan hafidzohulloh

Pertanyaan:

Wahai Syaikh, aku dahulu adalah orang yang sering berpuasa, sholat malam dan bersemangat terhadap kebaikan, serta menjaga sebagian ibadah sunnah atau sunnah-sunnah rawatib. Dan kini, yang pertama-tama kutinggalkan adalah puasa sehingga aku tidak pernah berpuasa (sunnah) lagi, kemudian sholat malam sehingga aku tidak pernah lagi sholat malam, kemudian yang lain sedikit demi sedikit, begitu pula dengan sunnah-sunnah rawatib. Mohonkan kepada Alloh agar aku diberi hidayah, jazakallohu khoiron. Dan jangan sampai majelis yang diberkahi ini menjadi seperti saya.

Jawaban:

Kami memohon kepada Alloh azza wa jalla agar memberimu taufiq untuk dapat melakukan amal sholeh, mengerjakan lagi sholat malam, puasa sunnah. Dan hendaknya engkau memiliki tekad yang jujur. Jangan biarkan dirimu bermalas-malasan, terpengaruh (yang buruk) dan loyo. Seseorang jika telah membiasakan mengerjakan suatu amal sholeh, hendaknya ia lanjutkan walaupun sedikit, karena yang sedikit tapi berkelanjutan memiliki kebaikan yang banyak.

Maka hendaknya engkau mengerjakan kembali amal-amal sholeh ini dan tidak menyerah pada kemalasan atau pengaruh-pengaruh lainnya. Jika engkau tinggal bersama orang-orang yang membuatmu tidak bersemangat atau engkau terpengaruh mereka, maka hendaknya engkau menjauhi mereka dan berkumpullah dengan orang-orang yang baik dan duduk dengan orang-orang yang akan mengenalkanmu kepada Alloh azza wa jalla karena dengan berkumpul bersama mereka akan menambah ma’rifat-mu kepada Alloh.

***

Diterjemahkan dari: http://www.mktaba.org/vb/showthread.php?t=17292

 

Source: http://catatankajianblog.wordpress.com/2012/06/29/jangan-futur-yaa-ukhtii/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s