Sifat Fisik dan Sifat Atom dari Unsur-unsur Golongan 1


 Sifat Fisik dan Sifat Atom dari Unsur-unsur Golongan 1

Membahas tentang kecenderungan-kecenderungan pada beberapa sifat fisik dan sifat atom dari unsur-unsur golongan 1 yaitu  lithium, natrium, kalium, rubidium dan cesium. Berikut disajikan secara terpisah beberapa bagian yang membahas tentang kecenderungan-kecenderungan jari-jari atom, energi ionisasi pertama, keelektronegatifan, titik lebur dan titik didih, berat jenis dan perubahan entalpi.

 Tabel 2.1. karakteristik unsur-unsur golongan 1 

http://wanibesak.files.wordpress.com/2011/09/image.png

Sumber : http://environmentalchemistry.com/

  •               Kecenderungan Jari-Jari Atom

Gambar 2.1. jari-jari atom unsur-unsur golongan 1

Sumber : http://environmentalchemistry.com/

Pada gambar di atas, dapat disimpulkan bahwa semakin ke bawah golongan, jari-jari atom semakin meningkat. Jari-jari atom dipengaruhi oleh jumlah kulit elektron di sekitar inti dan tarikan yang dialami elektron dari inti.

Ini juga berlaku bagi atom-atom lain dalam golongan 1. Dengan demikian, satu-satunya faktor yang akan mempengaruhi ukuran atom adalah jumlah kulit elektron terdalam yang harus terdapat di sekitar atom. Jadi, semakin banyak kulit elektron, maka semakin banyak ruang yang diisi karena elektron saling menolak satu sama lain. Ini berarti bahwa atom-atom semakin kebawah golongan akan semakin besar.

  •                  Kecenderungan Energi Ionisasi Pertama

Energi ionisasi pertama adalah energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron yang paling lemah ikatannya dari masing-masing satu mol atom gas untuk menghasilkan satu mol ion gas yang bermuatan tunggal – dengan kata lain, untuk 1 mol proses ini berlaku persamaan berikut:

 X(g) -> X+(g) + e

Gambar 2.2. energi ionisasi pertama dari unsur-unsur golongan 1

Sumber : http://environmentalchemistry.com/

Perhatikan bahwa energi ionisasi pertama semakin ke bawah golongan semakin berkurang.

Energi ionisasi dipengaruhi oleh :

  • Muatan pada inti
  • Jumlah screening/penyaringan oleh elektron terdalam
  • Jarak antara elektron terluar dengan inti

Semakin kebawah golongan, peningkatan muatan inti pasti diimbangi dengan peningkatan jumlah elektron terdalam. Seperti pada pembahasan tentang jari-jari atom sebelumnya, pada masing-masing unsur dalam golongan ini, elektron-elektron terluar mengalami tarikan sebesar 1+ dari inti. Akan tetapi, semakin ke bawah golongan, jarak antara inti dan elektron terluar semakin meningkat sehingga elektron-elektron tersebut semakin mudah terlepas, akibatnya energi ionisasi berkurang.

  •                 Kecenderungan Keelektronegatifan

Kelektronegatifan merupakan ukuran kecenderungan sebuah atom untuk menarik sepasang elektron ikatan. Keelektronegatifan biasanya diukur dalam skala pauling, dimana pada skala ini unsur yang paling elektronegatif (fluorine) diberi nilai kelektronegatifan 4,0.

Gambar 2.3. keelektronegatifan unsur-unsur golongan 1

Sumber : http://environmentalchemistry.com/

Semua unsur pada gambar di atas memiliki kelektronegatifan yang sangat rendah. (ingat bahwa unsur yang paling elektronegatif, fluorine, memiliki nilai kelektronegatifan 4,0.). Perhatikan bahwa keelektronegatifan akan berkurang semakin ke bawah golongan. Atom-atom semakin berkurang gaya tariknya untuk pasangan-pasangan elektron ikatan.

  •                 Kecenderungan Titik lebur dan Titik Didih

Gambar 2.4. titik didih dan titik lebur dari unsur-unsur golongan 1

Sumber : http://environmentalchemistry.com/

Dari gambar di atas kita bisa melihat bahwa baik titik lebur maupun titik didih semakin ke bawah golongan, semakin berkurang. Penurunan titik lebur dan titik didih berarti menunjukkan penurunan kekuatan ikatan logam.

Atom-atom dalam sebuah logam dipertahankan oleh gaya tarik inti terhadap elektron-elektron yang terdelokalisasi. Ketika atom menjadi lebih besar, inti semakin menjauh dari elektron-elektron terdelokalisasi tersebut, sehingga gaya tarik berkurang. Ini berarti bahwa atom-atom lebih mudah terpisah untuk membentuk wujud cair dan pada akhirnya membentuk wujud gas.

  •                   Kecederungan Berat Jenis

Gambar 2.5. berat jenis unsur-unsur golongan 1

Sumber : http://environmentalchemistry.com/

Perlu diketahui bahwa logam-logam pada golongan 1 ini adalah logam-logam ringan bahkan tiga logam pertama dalam golongan ini lebih kecil berat jenisnya daripada air (kurang dari 1 g cm-3). Ini berarti bahwa tiga logam pertama akan mengapung dalam air, sedangkan yang lainnya akan tenggelam. Berat jenis/kepadatan semakin ke bawah golongan cenderung semakin meningkat (kecuali untuk kalium yang mengalami fluktuasi).

  •                   Perubahan Entalpi

Tabel berikut memberikan perkiraan-perkiraan perubahan entalpi untuk masing-masing unsur yang mengalami reaksi ini:

Perubahan entalpi (kJ / mol)

Li

-222

Na

-184

K

-196

Rb

-195

Cs

-203

Tabel 2.2. Perubahan entalpi (kJ / mol)

Sumber : http://environmentalchemistry.com/

Pada tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak ada pola sama sekali pada nilai-nilai di atas. Semua nilai perubahan entalpi hampir sama, dan menariknya, lithium merupakan logam yang melepaskan paling banyak panas selama reaksi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s