Kerudungku


~KERUDUNGKU~

———————

Waktu itu malam, di angkot hanya saya berdua dengan seorang perempuan berkerudung. Setelah beberapa saat, perempuan yang berkerudung itu turun sambil menyerahkan bayaran pada supir angkot. Tinggallah saya hanya berdua di dalam angkot.

‘Neng duitnya kurang neng!’ Tapi perempuan berkerudung itu tetap saja berlalu meninggalkan angkot. Saya hanya memandangi kejadian tersebut.

Tiba-tiba si bapak marah, tidak kepada saya tentunya dia hanya mencoba mencurahkan kekesalannya, ‘Astagfirullah, padahal pake jilbab, tapi kelakuan jelek banget. Bayar ongkos kurang, ditagih pura-pura ga denger. Padahal pake jilbab loh neng.’

Perempuan itu berlalu, si bapak tetap mengomel, dan saya hanya mampu terdiam. Hingga saya turun dan menyerahkan uang pembayaran sambil tidak lupa mengucapkan terimakasih. Si bapak membalasnya dengan senyuman.

Padahal pake jilbab.

Saya merasa tertohok sekali mendengar kata-kata si Bapak. Saya baru sadar betapa pakaian yang saya kenakan setiap hari ini, seharusnya menjaga saya dalam berkelakuan baik, bertingkah laku sebagaimana perempuan seharusnya. Saya jadi terkenang masa-masa suram saat saya sebenarnya sadar-tapi saya purapura tidak sadar- bahwa seorang perempuan seharusnya menjulurkan kerudungnya ke bagian dada, dan betapa tingkah laku saya jauh sekali dari cerminan seorang perempuan muslimah shalehah (bukan berarti sekarang iyah juga sih).

Saya jadi berkontemplasi panjang, panjang sekali. Bahwa, tanggung jawab setelah memilih untuk berkerudung ini seharusnya menjadi permulaan untuk -tidak hanya sekedar menjalankan perintahNya- tapi lebih dari itu, bahwa pakaian ini ternyata seharusnya menjaga saya tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara utuh, menyeluruh, segala yang berhubungan dengan hidup saya, termasuk dalam bertingkah laku dan berucap.

Ah iyah, Tuhan memang tak mampu kita lihat, tapi kasih dan tanganNya, begitu panjang hingga mampu menyentuh hati yang paling dalam. Dan Dia dapat ditemukan dalam hal-hal kecil dan sederhana, dan tak terduga. Jangan (pura-pura) tutup mata hati untuk melihatNya.

Selamat malam, semoga segera menemukanNya🙂

SUMBER : http://nayasa.tumblr.com/post/36279701646

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s