Patroli Kuman


Dengan begitu banyak kuman di luar sana, bisa diperkirakan si kecil akan jatuh sakit di musim ini. Bersiaplah dengan pengobatan yang tepat untuk 8 jenis penyakit anak-anak yang umum berikut ini.
Setelah begitu banyak kunjungan ke dokter anak, rasanya saya sudah lihai mendiagnosis anak ketika mereka jatuh sakit. Dia pilek dan menarik-narik telinganya? Pasti dia mengalami infeksi telinga. Muntah dan diare? Sakit perut. Namun pada kunjungan terakhir ke dokter anak, saya terkejut mendapati putra saya menderita penyakit tangan, kaki dan mulut. Nama penyakitnya saja sudah membuat hati saya berdebar. Saya menarik napas dalam-dalam saat dokter menjelaskan bahwa coxsackievirus (istilah kedokteran yang cukup mengerikan) sebenarnya adalah penyakit umum pada anak dan Jacob akan sehat kembali dalam waktu 1 minggu. Tetap saja hal ini membuat saya bertanya-tanya, penyakit yang kedengarannya mengerikan apalagi yang mungkin bisa dideritanya?

Jawaban singkatnya: banyak. Anak-anak berusia 3 tahun ke bawah rentan terkena penyakit menular. Mereka terkena infeksi telinga, sakit perut, dan flu yang juga disertai dengan penyakit lain yang mungkin belum pernah Anda dengar. Selain memastikan anak-anak mendapatkan suntikan vaksin flu setiap tahun dan menerapkan gaya hidup sehat, tidak banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk melindungi mereka. “Penyakit ringan adalah hal yang normal dalam hidup,” kata Jennifer Shu, MD, penasihat Parents dan editor American Academy of Pediatrics’ Baby & Child Health. “Tidak ada orang tua yang ingin melihat anaknya sakit tapi si kecil juga tidak bisa hidup terisolasi dari lingkungan.” Lantas apa hal terbaik yang bisa dilakukan? Simak penyakit umum pada anak dan penanganan terbaik untuk mereka berikut ini. Jadi Anda tidak lagi panik saat si kecil menderita penyakit tertentu musim ini.

Selesma atau Pilek
Kemungkinan anak terserang 99%. Umumnya, anak-anak terkena selesma 3-10 kali setiap tahun.
Gejala. Pilek, susah bernapas, bersin, batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala, dan demam ringan.
Menularkah? Ya, selama 5 lima hari.
Pengobatan. Pastikan si kecil mendapat asupan cairan dan istirahat cukup. Gunakan alat pelembap udara yang sejuk. Berikan ibuprofen atau asetaminofen untuk meringankan demam, nyeri, serta cairan tetes hidung jika hidungnya tersumbat. Hindari obat pilek jika si kecil masih berusia di bawah 6 tahun.
Yang Anda harus tahu. Kuman penyebab selesma bisa hidup pada mainan, pegangan pintu, dan permukaan lainnya sampai dengan 2 hari. Ada lebih dari 200 virus penyebabnya, jadi si kecil bisa terserang kuman yang berbeda setiap waktu. Namun, dia akan bisa tetap sehat jika Anda mengajarinya untuk tidak menyentuh mata dan hidung, serta sering mencuci tangan dengan benar. Kurangi paparan kuman pada anak dengan mengelap kereta belanja, permukaan meja di restoran, dan kursi makan anak sebelum menggunakannya.

RSV (respitatory syncytial virus)
Kemungkinan anak terserang 90% anak-anak terkena penyakit ini pada usia 2 tahun.
Gejala. RSV menyebabkan gejala pilek umum dan sampai dengan 40% dari kasus yang terjadi memicu bronchiolitis, infeksi pada saluran pernapasan kecil, yang membuat napas berbunyi, napas cepat dan pendek-pendek, serta batuk terus menerus.
Menularkah? Ya, pada saat periode inkubasi (4-6 hari) dan untuk 3-8 hari setelahnya.
Pengobatan Berikan penanganan RSV seperti saat Anda menangani pilek. Namun hubungi dokter secepatnya jika anak bernapas dengan cepat atau sulit bernapas. Dia mungkin memerlukan jenis pengobatan yang dihirup, atau dalam kasus yang parah, dia harus dirawat di rumah sakit.
Yang Anda harus tahu Iritasi udara membuat gejala RSV semakin parah. Jadi hindari asap rokok, bakaran kayu perapian, dan parfum pada anak, ujar Ellen Schumann, MD, dokter anak dari Marshfield Clinic di Weston, Wisconsin.

Viral gastroenteritis
Kemungkinan anak terserang 90% anak akan menderita paling tidak 1 kali sakit perut di usia 4 tahun.
Gejala. Muntah, diare, dan demam.
Menularkah? Sangat. Anak Anda akan dengan mudah menularkannya selama dia masih diare, dan virusnya bisa hidup di dalam kotoran paling tidak untuk beberapa minggu setelahnya.
Pengobatan Berikan anak banyak cairan (air dan cairan elektrolit) untuk mencegah dehidrasi. Jika dia tidak dapat menelan apapun, berikan seteguk air dengan sendok, sedotan, atau pipet. Anda juga bisa mencoba es krim batangan dan Jell-O. Rasanya yang manis akan membuatnya lebih menyenangkan untuk dimakan.
Yang Anda harus tahu Untung saja ada vaksin oral rotavirus yang baru (yang aman bagi bayi berusia 2 bulan atau lebih). Kurang dari 79% anak mengalami sakit perut serius ini.

Roseola
Kemungkinan anak terserang 77% anak terserang virus ini di usia 2 tahun.
Gejala. Walaupun tanda petunjuk adalah berupa ruam merah di sekujur tubuh yang menetap hingga beberapa hari, kebanyakan anak yang terinfeksi juga mengalami demam, batuk, dan mungkin diare. “Banyak orang tua yang tidak pernah tahu anaknya mengalami roseola,” kata Philip R. Fischer, MD, di Rochester, Minnesota. “Tanpa ruam, roseola hanya tampak seperti demam atau pilek.”
Menularkah? Si kecil bisa menularkannya sampai demamnya keluar, tapi ruamnya sendiri tidak menular.
Pengobatan Tangani demamnya dengan ibuprofen (untuk anak usia 6 bulan ke atas) atau asetaminofen. Acuhkan saja ruamnya yang sedikit terlihat seperti cacar, tapi tidak terasa gatal atau sakit, dan akan segera hilang sendiri.
Yang Anda harus tahu Virus yang menyebabkan roseola dapat menetap di dalam tubuh dan aktif kembali, jadi bisa saja anak Anda akan terserang lagi.

Infeksi telinga
Kemungkinan anak terserang 75% anak mengalaminya di usia 3 tahun.
Gejala. Si kecil mungkin akan mengalami demam, menarik-narik telinganya, dan menjadi rewel. Dia juga mungkin jadi susah tidur.
Menularkah? Tidak. Namun pilek yang menyebabkan terjadinya infeksi telinga mungkin saja menular.
Pengobatan Ibuprofen dan asetaminofen akan mengurangi nyeri dan demam. Dokter akan meresepkan antibiotik atau menunggu untuk melihat apakah infeksinya hilang sendiri. Anda juga bisa mencoba pengobatan dari Richard Burnstine, MD, profesor klinis anak di Northwestern University’s Feinberg School of Medicine di Chicago. Taruh lap kertas di dasar cangkir plastik kecil, tuangkan sedikit air panas, buang air yang berlebih dari cangkir, dan tempelkan cangkir tersebut di kuping si kecil. Kehangatan yang lembab akan meringankankan rasa nyerinya.
Yang Anda harus tahu. Infeksi telinga bisa terjadi sepanjang malam. “Telinganya tampak baik-baik saja di suatu hari, dan esoknya sudah ada pembengkakan,” jelas Dr. Shu.

Influenza
Kemungkinan anak terserang. Sampai dengan 40% anak menderita flu setiap tahun.
Gejala. Panas tinggi, ngilu pada tubuh, meriang, sakit tenggorokan, batuk, pilek.
Menularkah? Ya, dan anak Anda bisa menularkannya sekitar 2 minggu.
Pengobatan. Obat terbaik adalah pencegahan. Pastikan si kecil mendapatkan vaksin flu setahun sekali (saat usianya paling tidak sudah mencapai 6 bulan). Jika virusnya diagnosis dalam 48 jam dan dan dia sudah berusia paling tidak berusia 1 tahun, dokter akan memberinya Tamiflu untuk meringankan gejalanya dan durasi sakitnya. Selain itu, tangani seperti Anda menangani pilek.
Yang Anda harus tahu. Vaksin flu tidak akan benar-benar melindungi si kecil, karena ada berbagai varian virus influenza menyerang setiap musim. Meskipun demikian vaksin flu layak untuk dilakukan. Anak-anak di bawah usia 2 tahun (serta mereka di segala usia yang memiliki asma) berisiko tinggi mengalami komplikasi—termasuk dehidrasi dan masalah pernapasan—yang mungkin membutuhkan rawat inap.

Penyakit tangan, kaki, dan mulut
Kemungkinan anak terserang 20 persen.
Gejala. Nyeri, muncul semacam lepuhan di dalam mulut, dan benjolan di telapak tangan, jari, dan telapak kaki. Sering disertai dengan demam. Tergantung pada tingkat keparahan sakitnya, si kecil mungkin tidak mau makan, minum, atau berjalan.
Menularkah? Ya, terutama ketika dia sedang mengalami gejalanya, yang biasanya berlangsung selama seminggu.
Pengobatan. Tangani dengan pereda rasa sakit dan berikan es krim batangan, yogurt, serta makanan dingin yang lembut di mulut. Hindari segala makanan asam, asin, atau pedas. Jika dia sudah berusia 6 bulan, cobalah pengobatan “pencuci mulut ajaib” dari Debra Goldenring, MD, dokter anak di Livingston, New Jersey ini untuk mengurangi nyerinya. Campurkan setengah sendok teh antasida cair (seperti Mylanta) dan Benadryl, lalu oleskan pada gusi, lidah, dan bagian dalam pipinya dengan kapas.
Yang Anda harus tahu. Coxsackievirus dapat menetap pada kotoran anak Anda selama beberapa minggu, jadi cucilah tangan sampai benar-benar bersih setelah mengganti popok.

Batuk sesak napas
Kemungkinan anak terserang. Sekitar 16% sampai usianya mencapai 6 tahun.
Gejala. Infeksi menular pada pangkal dan batang tenggorokan ini menyebabkan batuk yang menyalak, terdengar seperti suara anjing laut, stridor (parau, suara melengking saat anak menarik napas) dan menggelegar. Semuanya menjadi lebih parah di malam hari.
Menularkah? Virus yang menyebabkan batuk disertai sesak napas pada anak-anak ini menular tapi anak-anak yang lebih besar dan orang dewasa yang terinfeksi hanya akan mengalami flu.
Pengobatan. Mandi dengan air hangat, dan biarkan si kecil duduk di kamar mandi beruap sampai gejalanya mereda. Membawanya keluar rumah dan terkena udara dingin malah akan lebih efektif untuk menghentikan batuknya. Jika udara di luar hangat, buka saja freezer kulkas Anda dan biarkan dia menarik napas dalam-dalam, saran Richard Judelsohn, MD, dokter anak di Buffalo. Dokter mungkin akan meresepkan steroid untuk kasus yang serius.
Yang Anda harus tahu. Jika anak Anda tampaknya susah bernapas atau tersengal-sengal, segera hubungi dokter atau bawa ke UGD.

Si Kecil Bebas Kuman
•    Biarkan dia mencuci tangannya sebelum makan, setelah ke kamar mandi, atau kapanpun setelah dia menyentuh anak lain, binatang peliharaan, atau mainan milik bersama. Pastikan dia mencuci tangan selama 20 detik, atau kira-kira waktunya sama seperti ketika menyanyikan lagu Happy Birthday sebanyak 2 kali.
•    Selalu simpan baby wipes atau cairan tangan steril di dalam tas popok, tas bawaan, dan mobil Anda.
•    Ajari si kecil menggunakan tisu ketika bersin atau batuk. Jika dia tidak punya tisu, dia bisa menggunakan lekukan siku tangannya.
•    Bersihkan mainan setiap minggu dengan air sabun hangat atau penyemprot bebas kuman.
•    Jika botol, gelas isap, atau empengnya jatuh ke lantai, selalu cuci terlebih dulu sebelum memberikannya lagi. “Tidak ada aturan belum 3 detik,” jelas Dr. Jennifer Shu. “Jika sudah menyentuh lantai, berarti barang itu kotor.”
•    Jauhkan mainan dan buku yang penuh dengan kuman dalam ruang tunggu dokter. Lebih baik bawa mainan dan buku sendiri.
•    Jangan berbagi barang pribadi dengan si kecil. Termasuk juga peralatan rumah tangga, sikat gigi, cangkir, kain lap mandi, handuk, dan sisir. Serta jangan biarkan si kakak atau adiknya berbagi barang pribadi juga.

(Sumber : Parents Indonesia)

One thought on “Patroli Kuman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s