Resensi Novel I’m Watching You (Aku Mengawasimu)


Judul                    : I’m Watching You                              (Aku Mengawasimu)

Penulis                : Mary Burton

Penerbit               : Oak Tree

Tanggal Terbit    : Juli 2010

Jumlah Hal.        : 496 Halaman

Ukuran                 : 11×18 cm

Kategori               : Novel Roman Misteri

Teks Bahasa      : Bahasa Indonesia

Harga                   : Rp 55.000,-

No. ISBN              : 978-979-22-5903-2 a

Setelah dekade bekerja di pemasaran dan penjualan, Mary Burton menjadi yakin dia bisa menulis dan menjual salah satu dari banyak cerita berdengung di sekitar otaknya. Semoga saja, Mary Burton meninggalkan profesi pemasaran dan mencurahkan seluruh waktu luangnya untuk menulis novel. Segera setelah itu, ia menjual naskah pertamanya untuk Harlequin Historicals. Sejak penjualan awal itu, Mary Burton telah menulis dua belas roman historis untuk Harlequin Historicals, empat suspenses romantis pendek untuk Suspense Silhouette Romantis dan buku non-fiksi The Insider’s Guide to Direct Marketing. Judul pertamanya ketegangan tunggal romantis untuk Zebra saya Menonton Anda adalah rilis DeseMary Burtoner 2007.

Pada tahun 2005, Tak diduga istri dari seorang finalis Romance Writers kontes RITA Amerika dan Wise Move 2006 mendapatkan nominasi untuk the Romantic Times’ Critics Choice Award. I’m Watching You menerima kritik pujian dari New York Times penulis Terlaris Carla Neggers yang berkata, “tegang, menarik dan emosional, I’m Watching You penuh dengan ketegangan romantis paling memukaunya.

Buku I’m Watching You – Mary Burton berkisah tentang Lindsay O’Neil dan Zack Kier yang punya masa lalu serupa. sama-sama ingin mengubur perceraian dari ingatan. Dahulu mereka adalah sepasang suami istri. Mereka belum resmi bercerai, tetapi telah berpisah kurang lebih selama satu tahun. Namun pembunuhan berantai mempertemukan keduanya kembali, dan menghadapkan masing-masing pada situasi emosional yang berat. Tak jarang mereka berusaha saling menutupi satu-sama lain.

Kasus pembunuhan berantai itu adalah pembunuhan beberapa pria yang sudah menikah tergeletak tanpa nyawa, dibantai secara perlahan hingga ajal menjelang. Di setiap mayat, sang pembunuh memotong tangan kiri korban dan mengirimkannya kepada Lindsay O’Neil. Para korban ditemukan di berbagai tempat berbeda, tidak dalam waktu yang sama, tak saling mengenal, tetapi punya satu kebetulan; mereka memiliki atau pernah berhubungan dengan Lindsay O’Neil.

Pembunuhan pertama itu mudah. Yang kedua lebih mudah. Tak ada rasa bersalah, tak ada penyesalan. Yang ada adalah adrenalin yang mengalir deras ke sekujur tubuh sang penjaga setiap kali nyawa melayang dan kenikmatan mengetahui bahwa kematian mereka membantu Lindsay yang dia sayangi. Dan masih ada banyak lagi yang pantas untuk mati.

Dilematika penyeledikan pembunuhan dimulai ketika Zack ditugaskan menyelidiki Tempat Kejadian Perkara (TKP), yaitu dirumah singgah tempat Lindsay bekerja. Sungguh kebetulan yang tak terduga dan tak terpercaya. Namun detektif itu tak mau menghubungkan Lindsay dengan perkara ini. Dalam pikirannya, tempat korban ditemukan ditempat Lindsay O’Neil semata-mata hanyalah kebetulan belaka yang tak ada hubungannya dengan mantan isterinya. Betapapun sulitnya, Zack berusaha tetap professional dalam menjalankan tugasnya.

Setiap hal yang dilakukan penguntit Lindsay, setiap hidup yang dia jalani, adalah untuknya. Tapi ketika Lindsay menolak pemberiannya, dia dan orang-orang yang sangat dia sayangi menjadi target orang gila tak bernurani yang amarahnya kian besar, dan yang menunggu, mengawasi, lebih dekat daripada yang selalu dia takutkan.

Bagi Lindsay sendiri, pembunuhan berantai tersebut berdampak pada hari-harinya. Lindsay sebagai pengurus rumah singgah  dan populer di masyarakat. Dengan alasan inilah atasannya menyuruh Lindsay menutupi identitas rumah singgah kepada public maupun polisi. Ia memang menjadi wanita yang tangguh menjaga nama baik rumah singgah dari kasus tersebut, namun saat hari berlarut, Lindsay berubah menjadi seorang perempuan yang diselimuti ketakutan tanpa perlindungan berarti baginya.

Setiap pembunuhan yang terjadi, Lindsay selalu dikirimi potongan tangan kiri korban. Dengan hanya berbungkus kotak dan bersurat kaleng bahwa sang penjaga akan menjaga Lindsay. Sang penjaga berasal dari masa lalu Lindsay. Ia mengaku bahwa ia adalah kerabat keluarga Lindsay.

Ketika suaminya yang telah lama berpisah darinya, detektif Zack Kier, ditugaskan untuk kasus tersebut, masa lalu Lindsay muncul kembali dengan penuh dendam. Hanya Zack yang tahu rahasia gelap Lindsay. Sekarang tak ada yang menyiapkan dia untuk menghadapi mimpi buruk yang datang

 Seiring berjalannya waktu, semakin lama Zack mengurus kasus pembunuhan berantai ini, semakin lama ia menghabiskan waktu bersama Lindsay, perasaan cinta itu mulai berbenih kembali. Begitu pula dengan Lindsay.Perasaan yang sudah lama tak telampiaskan bergejolak diantara Zack dan Lindsay.

Seorang reporter yang penuh ambisius bernama Kendall Shaw membuat hari dan hidup Lindsay semakin buruk. Kendall membuat Lindsay menjadi sorotan utama public, mengorek masa lalu Lindsay, dan bahkan membuat sebuah gossip bahwa tersangka pembunuhan ini adalah Lindsay.

Melihat berita itu, sang penjaga kesal. Ia menculik Kendall dan di bawa ke sebuah gudang. Disana ia membiarkan Kendall terkapar tak berdaya dan menunggunya mati secara perlahan. Namun Kendall beruntung, disaat sang penjaga sedang pergi Zack dan Warwick menemukannya. Zack pun segera memanggil bantuan.

Zack mengenal tempat Kendall di sembunyikan. Itu adalah gudang dari tempat tinju milik Peter.  Peter adalah ayah angkat Warwick. Ia mengenal Warwick sudah lama tetapi tak menyangka bahwa Peter adalah sang penjaga. Namun setelah melihat sebuah foto tua, Warwick pun terpaksa menelan bulat kenyataan bahwa Peter adalah sang penjaga. Foto itu adalah foto masa kecil Peter. Disana ia berfoto bersama sosok gadis kecil yang mirip Lindsay. Gadis kecil itu adalah ibu Lindsay, ternyata Peter adalah paman Lindsay.

Pada saat yang sama, Lindsay sedang dalam keadaan yang berbahaya. Suami dari salah satu penghuni rumah singgahnya, Richard, menemukan Lindsay sedang bersama istrinya, Kristina. Ia marah besar dan berniat membunuh Lindsay. Lalu Lindsay dengan mudahnya masuk keperangkap Richard.

Lindsay dijebak disebuah gudang tua di pinggir kota. Saat tiba disana, ia pun disekap dan di ikat. Kemudian Richard meninggalkannya untuk mati perlahan. Sementara itu, Richard pergi untuk membawa Kristina kembali padanya. Namun sebelum itu, Richard membawa Kristina untuk bertemu yang terakhir kalinya dengan Lindsay..

Peter mengetahui hal tersebut, maka ia bergegas ke gudang tersebut. Bahkan demi Lindsay ia menelpon polisi walaupun ia tahu bahwa itu akan berakibat buruk pada dirinya. Sesampainya di gudang tersebut, Peter hanya membawa pisau tajam yang biasa ia gunakan untuk membunuh para korbannya.

Tiba – tiba saat Richard mengacukan pistolnya untuk menembak Lindsay, Peter datang untuk menyelamatkan Lindsay. Peter melempar pisaunya dan tepat terkena kepala Richard, Namu pistol Richard pun berhasil mengenai Peter. Tak lama kemudian polisi pun datang, begitu pula dengan Zack.

Zack tak ragu langsung memeluk erat Lindsay dan bersyukur bahwa ia masih hidup. Setelah kejadian itu, Lindsay dan Zack berniat untuk memperbaiki kehidupan mereka.  Mereka pun mengadakan pesta untuk mengucapkan sumpah cinta suci mereka kembali dan tepat dihadapan keluarga dan teman – teman mereka.

Mary Burton menyajikan buku dengan alur sangat memikat. Cerita novel ini begitu menegangkan dan mencekam namun menyiratkan keindahan dan pengalaman hidup yang begitu berkesan. Novel ini  ditulis secara cerdas dan digagas secara kompleks. Sungguh sangat emosional dengan sentuhan kecerdasan dari misteri kehidupan yang lazim. Tiap detail dan kiasan begitu pas, sungguh memukau. Novel ini juga mengeksplorasikan topic kompleks dengan lantang dan jernih, dan berakhir pada kesimpulan yang mengejutkan, serta tak terduga.

Kehidupan yang mencerminkan rasa ambius akan kasih sayang dan protektif yang merubah seseorang anggota keluarga menjadi pribadi yang sangat sensitif, digambarkan melalui pribadi orang yang baik ternyata jahat atau lebih tepatnya berkepribadian ganda. Penggambaran tokoh tersebut kurang jelas asal-usulnya dan juga terlalu drastis perubahan karakternya.

Kisah seorang wanita muda dengan masa lalunya yang kelam yaitu kekerasan dalam kehidupan rumah tangga orang tuanya membuat Lindsay tumbuh menjadi wanita yang membenci kekerasan. Saat ia dewasa, ia menih=kah dengan Zack, namun karena alas an tertentu, Zack dan Lindsay pun berpisah. Setahun setelah mereka berpisah, mereka dipertemukan kembali oleh kejadian pembunuhan berantai yang dilakukan oleh paman Lindsay.  Banyak hal yang dialami Lindsay selama pembunuhan berantai itu berlangsung Namun ternyata peristiwa itu justru membuat cinta Zack dan Lindsay kembali utuh. Dan pada akhirnya Zack dan Lindsay pun bersatu kembali mengucap janji suci.

Pada dasarnya bahasa yang digunakan mudah dipahami dengan alur yang sanagt memikat. Namun alangkah lebih baik lagi, jika penggambaran seorang tokoh antagonis lebih diperhalus dengan detail asal-usul yang jelas.

Novel ini dapat dibaca oleh mereka yang sudah dewasa. Novel roman misteri ini mengajarkan kita untuk tidak lari dari masa lalu. Selain itu, novel ini juga mengajarkan mereka yang sudah dewasa arti keajaiban dari cinta dan permainan takdir hidup yang tak terduga. (anna)

2 thoughts on “Resensi Novel I’m Watching You (Aku Mengawasimu)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s